Senin, 17 November 2025

studi transportasi bojonegara, puloampel kabupaten serang dan kota cilegon

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, 
dokumen Studi Penanganan Transportasi di Kecamatan Bojonegara dan Puloampel 
Kabupaten Serang serta Kota Cilegon ini dapat diselesaikan dengan baik. Studi ini 
disusun sebagai upaya untuk merumuskan langkah strategis dalam peningkatan kinerja 
jaringan transportasi, mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, serta 
mengakomodasi perkembangan kawasan industri dan aktivitas logistik di wilayah 
tersebut.
Penyusunan studi ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dari perangkat 
daerah, instansi terkait, pelaku industri, maupun masyarakat yang telah memberikan 
data, masukan, serta kolaborasi selama proses perencanaan. Untuk itu, kami 
menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Kami berharap dokumen ini dapat menjadi rujukan dalam menetapkan kebijakan, 
perencanaan, dan intervensi penanganan transportasi yang lebih terpadu dan 
berkelanjutan bagi Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Semoga studi ini memberikan 
manfaat dan kontribusi nyata bagi peningkatan konektivitas dan kualitas pelayanan 
transportasi di wilayah tersebut.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Permasalahan transportasi di wilayah Kecamatan Bojonegara, Puloampel, dan Kota 
Cilegon merupakan tantangan signifikan yang berdampak pada keselamatan, kelancaran 
lalu lintas, dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Akar permasalahan terletak pada 
ketidaksesuaian kapasitas infrastruktur jalan dengan pertumbuhan volume kendaraan, 
prevalensi kendaraan ODOL yang tinggi, dan lemahnya koordinasi sistem transportasi 
multimoda.
Kondisi eksisting menunjukkan bahwa ruas Serdang-Bojonegara-Merak sebagai 
koridor utama logistik dan industri mengalami kemacetan berkala, kerusakan infrastruktur 
yang progresif, dan risiko kecelakaan yang tinggi. Permasalahan ini akan terus memburuk 
apabila tidak ditangani secara komprehensif dan terkoordinasi.
Strategi penanganan yang diusulkan bersifat holistik, bertahap, dan berkelanjutan, 
mencakup :
1. Jangka Pendek Fokus pada manajemen operasional dan penegakan hukum untuk 
mengatasi kemacetan segera dan mengendalikan ODOL;
2. Jangka Menengah Peningkatan kapasitas infrastruktur jalan dan pengembangan 
terminal logistik terpadu;
3. Jangka Panjang Transformasi sistem transportasi menuju model multimodal 
berkelanjutan dengan integrasi kereta api logistik, terminal multimodal, dan sistem 
informasi terintegrasi.
Implementasi strategi ini memerlukan komitmen bersama dari semua stakeholder 
(Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta, dan Masyarakat) dengan dukungan 
pendanaan yang memadai dan koordinasi lintas sektor yang kuat.

file link terlampir